Jelang Hari HIV/AIDS, Puluhan Waria dan Gay Turun ke Jalan

January 21, 2010 at 4:50 pm Leave a comment

Banyuwangi – Puluhan aktivis, komunitas waria dan gay di Kota Banyuwangi menggelar aksi damai menjelang hari AIDS/HIV sedunia 1 Desember. Aksi yang dimulai dengan longmarch dari gedung DPRD Banyuwangi, Jalan Adi Sucipto menuju Simpang Lima menyerukan tolak diskriminasi terhadap HIV/AIDS (Odha).

“Odha juga manusia, butuh berpolitik butuh bersosialisasi, jangan diskriminasi mereka. Dengan menyandang Odha beban mereka sudah berat,” teriak Khoiron, aktivis LSM Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS) saat berorasi, Senin (30/11/2009).

Khoiron menyerukan warga agar tidak merasa takut bergaul dengan Odha. Pasalnya, selama ini terjadi salah informasi terkait media penularan virus HIV.

“Media penularan virus HIV bukan karena bersentuhan kulit, bukan karena hanya berteman dengan Odha, tapi HIV menular dengan melakukan hubungan seks bebas,” terang Khoiron lagi.

Aksi simpatik tersebut juga diwarnai aksi teatrikal menggambarkan diskriminasi terhadap ODHA. Tak ketinggalan, komunitas waria turut menyuarakan hal yang sama. Tak jarang aksi centil mereka mengundang tawa para pengendara yang kebetulan melintas.

“HIV berpotensi menular jika berhubungan seks dengan berganti-ganti pasangan. Jangan lupa kalau pakai kondom tambah lima ribu ya?,” canda Pegy Ashira seorang waria yang turut berorasi.

Massa pun membagikan selebaran ke pengendara yang melintas dan memasang stiker di tiap mobil.

Sementara penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Banyuwangi Januari hingga Oktober 2009, tercatat 508 kasus. Dan Banyuwangi menempati peringkat dua HIV/AIDS se Jawa Timur, setelah Kota Surabaya. Dari ratusan kasus, media penularan HIV terbanyak melalui hubungan seksual (seks bebas atau berganti-ganti pasangan).

Penggunaan narkoba suntik, juga berpengaruh dalam penyebaran HIV di Banyuwangi. Sisanya faktor turunan dari orang tua yang mengidap AIDS. Untuk masarakat diimbau agar menjauhi kedua faktor yang rentan menjadi media penyebaran virus mematikan tersebut.

“Banyuwangi menempati urutan ke 2 se Jawa Timur. Jawa Timur sendiri urutan ke 3 se Indonesia. Predikat ini sungguh memprihatinkan,” kata Khoiron

Entry filed under: Waria. Tags: .

Supir bus rentan terinfeksi HIV/AIDS Lika-liku Sopir Truk Antar-pulau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Total Pengunjung


%d bloggers like this: