Layanan Kesehatan Belum Memadai bagi Penasun

January 21, 2010 at 4:37 pm Leave a comment

Pengguna Narkoba Suntik (Penasun) yang rawan terinfeksi virus HIV dianggap belum mengakses layanan kesehatan secara memadai. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan para Penasun terhadap ketersediaan layanan kesehatan yang ada.

“Seringkali mereka ditemui sudah terlanjur jatuf sakit (terinfeksi HIV/AIDS),” ujar Rudy Wedhasmara Direktur LSM Orbit (Our Right To Be Independent) di sela pelaksanaan survei dan pendampingan terhadap Penasun di Puskesmas Jagir Surabaya, Senin (18/1).

Menurut Rudy, pihaknya menyelenggarakan program tersebut dengan pendekatan Harm Reduction bagi para pengguna narkoba yang masih aktif. Pendekatan ini menggarap pengguna narkoba bukan semata pelaku kejahatan, tetapi korban dari peredaran narkoba. Oleh sebab itu mereka perlu didampingi agar tidak menerima dampak lebih buruk dan menularkan virus HIV.

“Dari program Harm Reduction ini pengguna narkoba suntik diharapkan bisa memahami jenis-jenis layanan kesehatan yang terkait,” jelas Rudy.

Survei mengenai pemahaman akses layanan kesehatan tersebut pertama kali digelar Orbit. Sebanyak 25 Penasun mengikuti acara ini dan diharapkan dalam setahun Orbit menjangkau 400 penasun dari perkiraan penasun di Surabaya yang mencapai 4.400 orang. “Kami menargetkan jumlah 400 peserta dengan asumsi 10 persen dari total penasun di Surabaya,” ujar Rudy.

Menurut Rudy jenis-jenis layanan kesehatan yang bisa mencegah penularan HIV di kalangan penasun saat ini tersedia di puskesmas Jagir dan Manukan yaitu LJSS (Layanan Jarum Suntik Steril), Metadon sebagai subtitusi oral, VCT (Voluntary Consultancy Testing).
“Fasilitas ini perlu dipahami karena prevelensi penularan HIV dari penasun mencapai 40 persen,” jelas Rudy.

Menurut Silvi, Community Organizer Orbit, survei kepada 25 penasun merupakan awalan dari rangkaian pendampingan bagi penasun. Melalui survei tersebut diharapkan Orbit bisa mengevaluasi program-program pendampingan penasun serta sejauh mana pengetahuan mereka terhadap layanan kesehatan. “Tahun ini akan kami laksanakan di 5 puskesmas lain di Surabaya, yaitu Manukan, Rungkut Kidul, Sawahan, Tenggilis dan Dupak,”

Entry filed under: IDU. Tags: .

16 Lokalisasi PSK Muncul di Bekasi Masalah seksual umum pada laki-laki gay yang HIV-positif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Total Pengunjung


%d bloggers like this: