Masalah seksual umum pada laki-laki gay yang HIV-positif

January 21, 2010 at 4:44 pm Leave a comment

Hampir separuh laki-laki gay dengan HIV memiliki beberapa masalah seksual. Hal itu dilaporkan para
peneliti Australia dalam Journal of Sexual Medicine edisi Mei 2009. Kemungkinan laki-laki gay yang
HIV-positif melaporkan kesulitan seksual adalah lebih tinggi secara bermakna dibandingkan laki-laki
gay yang HIV-negatif, dengan penyebab yang berbeda-beda berdasarkan status HIV-nya.
Kemampuan secara seksual dapat mempengaruhi kesehatan fisik, mental dan sosial. Namun, hanya ada
sedikit informasi tentang disfungsi seksual pada laki-laki gay. Sedikit penelitian yang dilakukan pada
populasi tersebut memberi kesan bahwa masalah seksual pada laki-laki gay mungkin memiliki beberapa
penyebab. Hal itu termasuk faktor sosial, misalnya usia dan status pekerjaan; faktor kesehatan fisik,
terkait dengan infeksi HIV dan penyakit kronis lain; masalah psikologis, misalnya depresi dan
homofobia; serta faktor perilaku, termasuk penggunaan narkoba dan alkohol.
Lebih lanjut, hingga saat ini penelitian hanya berpusat pada dua ukuran disfungsi seksual: masalah ereksi
dan masalah ejakulasi. Penelitian terdahulu juga tidak pernah secara langsung meneliti hubungan antara
disfungsi seksual pada laki-laki gay yang HIV-positif dan kesehatan mental. Lebih lagi, penelitian yang
ada belum meneliti apakah masalah seksual yang dialami oleh laki-laki gay yang HIV-positif berbeda
dengan yang ditemukan pada laki-laki gay yang HIV-negatif.
Oleh karena itu, para peneliti dari Australia melakukan penelitian yang melibatkan 542 laki-laki gay
yang dilibatkan dari klinik umum yang memiliki banyak pasien HIV-positif. Sejumlah 217 laki-laki
(40%) yang terlibat dalam penelitian itu adalah HIV-positif.
Laki-laki itu ditanyakan apakah mereka pernah mengalami salah satu dari tujuh masalah seksual yang
berlangsung paling sedikit selama empat minggu dalam 12 bulan terakhir.
Kemungkinan laki-laki HIV-positif mengalami setiap bentuk disfungsi seksual dibandingkan laki-laki
HIV-negatif : masalah ereksi (52% banding 39%); kesulitan ejakulasi (31% banding 22%); ejakulasi dini
(21% banding 17%); kehilangan libido (60% banding 40%); ketiadaan kenikmatan seks (32% banding
26%); cemas terhadap kemampuan secara seksual (47% banding 42%); dan nyeri saat berhubungan seks
(8% banding 7%).
Tidak hanya kemungkinan laki-laki HIV-positif melaporkan satu masalah seksual lebih tinggi secara
bermakna dibandingkan laki-laki HIV-negatif (81% banding 67%, p < 0,001), mereka juga lebih
mungkin mengalami lebih dari satu masalah (48% banding 35%, p = 0,002).
Selanjutnya, para peneliti meneliti penyebab lebih dari satu masalah seksual pada laki-laki HIV-positif
dan HIV-negatif.
Pada laki-laki HIV-positif dan HIV-negatif, depresi berat terkait secara bermakna dengan masalah
seksual (laki-laki HIV-positif, p < 0,05; laki-laki HIV-negatif, p < 0,001).
Namun, faktor lain berbeda berdasarkan status HIV laki-laki. Pada laki-laki HIV-positif, pengobatan
dengan antidepresi (p < 0,05), strategi penyesuaian yang buruk (p < 0,003) dan seks dubur tanpa kondom
dengan pasangan yang tidak tetap dalam enam bulan terakhir (p < 0,001) juga bermakna. Pada laki-laki
HIV-negatif faktor yang bermakna adalah kesehatan umum yang buruk (p < 0,05), dan ketiadaan
dukungan sosial (p < 0,01).
“Tingkat masalah seksual yang dilaporkan sendiri tinggi di antara laki-laki gay di Australia,” para
peneliti menulis. Mereka menambahkan, “Laki-laki gay dengan HIV lebih mungkin mengalami masalah
seksual dibandingkan laki-laki tanpa HIV. Selain depresi berat, faktor terkait dengan beberapa masalah
seksual berbeda di antara kedua kelompok.”
Para peneliti menekankan temuan mereka bahwa disfungsi seksual pada laki-laki HIV-positif terkait
dengan seks dubur tanpa kondom dengan pasangan tidak tetap. Mereka menyimpulkan “pendidikan
pencegahan HIV adalah hal yang perlu diutamakan.”

Entry filed under: MSM. Tags: .

Layanan Kesehatan Belum Memadai bagi Penasun Supir bus rentan terinfeksi HIV/AIDS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Total Pengunjung


%d bloggers like this: