PEKERJA PELABUHAN BERISIKO TERINFEKSI HIV/AIDS

March 3, 2010 at 5:50 am Leave a comment


Kamis, 16 April 2009 @ 12:56:00

SEMARANG–bkkbn online : Para pekerja di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dinyatakan berisiko terinfeksi HIV/AIDS. Anak buah kapal (ABK), tenaga kerja bongkar muat (TKBM), sopir dan kernet truk, teridentifikasi sebagai klien potensial wanita pekerja seks (WPS).

Hasil survei Lembaga Kalandara 2008, menyebutkan bahwa 19 persen dari 47 orang yang diperiksa, positif menderita infeksi menular seksual (IMS). “ABK, TKBM, sopir dan kernet truk berisiko tinggi. Karena pekerjaan mereka membutuhkan mobilitas tinggi dan jauh dari pasangan,” kata manajer Program ASA-Kalandara Muhammad Yusuf, SKM di Gedung Aula ADPEL Tanjung Emas, Semarang, Rabu (15/4).

ABK, TKBM, sopir dan kernet truk, menurut Yusuf, disebut komunitas ‘high risk man’ (laki-laki berisiko tinggi), atau 3 M (men mobile with money), jembatan utama antara WPS dengan masyarakat populasi umum. Mereka terinfeksi HIV lewat hubungan seks dengan WPS dan menularkannya ke istri dan anaknya. “Tak mengherankan kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga dan bayi meningkat luar biasa,” ujar Yusuf.

Data Kalandara Januari-Februari 2009 menunjukkan perilaku ABK yang berisiko menularkan  ke istri sebesar 34 persen, TKBM berisko menulatrkan ke istri sebesar 62 persen dan sopir truk menularkan ke istri sebesar 76 persen.

Yusuf menjelaskan, kelompok tersebut berisiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS karena enggan menggunakan kondom maupun pelicin. “Data per Februari 2009, kami mengambil 50 orang masing-masing dari ABK, TKBM, sopir dan kernet truk. Hasilnya, 58 persen dalam seminggu pasti berhubungan dengan WPS,” katanya.

Sementara itu Kantor Pelabuhan Semarang mencatat adanya 108 penderita penyakit kelamin sepanjang tahun 2008. Persentase jumlah penderita penyakit kelamin dari total kunjungan sebesar 0,23 persen.

“Dari jumlah tersebut, penderita yang terinfeksi HIV/AIDS masih belum ada alias nol. Meski jumlah penderita IMS kecil, tetapi tetap berisiko terinfeksi HIV/AIDS,” kata Kepala Seksi Upaya Kesehatan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dr. Hamidah.

Hamidah menjelaskan, penderita datang berobat ke 13 balai pengobatan yang terletak di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas dengan keluhan sakit saat kencing, kencing bernanah, susah buang air kecil dan alat vital terasa panas.

Ketua Koperasi TKBM Ramses Sihombing menyatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Lembaga Kalandara selama tiga tahun untuk menekan laju penderita HIV/AIDS. Program yang diadakan antara lain penyediaan kondom gratis, pelatihan kader terlatih TKBM 9 kali sehari, dan penyediaan media informasi baca.(emon/nal)

Entry filed under: 1. Tags: .

Indonesia Gagal Cegah HIV Program Pencegahan HIV Mengintervensi Sopir Truk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Total Pengunjung


%d bloggers like this: