Infeksi Menular Seksual

DEFINISI

IMS adalah Infeksi Menular Seksual, yaitu sekelompok penyakit yang penularannya terutama pada waktu mengadakan
hubungan seksual/ML.

Dahulu, kelompok penyakit ini dikenal sebagai penyakit kelamin yang hanya terdiri dari 5 jenis penyakit yaitu gonore
(kencing nanah), sifilis (raja singa), ulkus mole, limfogranuloma inguinale (bungkul) dan granuloma inguinale. Namun
pada akhir abad ke-20 dapat dibuktikan bahwa pada waktu mengadakan hubungan seksual dapat terjadi infeksi oleh
lebih dari 20 jenis kuman, sehingga muncullah istilah Penyakit Menular Seksual (PMS).

Pada tahun 1997 pada Kongres IUVDT (International Union of Venereal Diseases and Treponematosis) di Australia,
istilah tersebut diubah menjadi IMS, oleh karena semua penyakit yang termasuk dalam kelompok tersebut merupakan
penyakit infeksi.

Pada saat ini IMS secara praktis ditinjau dari segi epidemiologis pembagiannya didasarkan atas responsnya terhadap
pengobatan menjadi IMS kurabel (dapat disembuhkan) dan IMS non kurabel (tidak dapat disembuhkan). IMS kurabel
disebabkan oleh bakteri, protozoa, dan jamur.

Dalam kelompok ini termasuk 5 penyakit yang dikenal dahulu sebagai penyakit kelamin ditambah beberapa penyakit
lain. “Yang terpenting adalah infeksi bakteri klamidia (penyebab kencing nanah/ keputihan), infeksi protozoa
Trichomonas vaginalis (penyebab keputihan) dan infeksi jamur Candida albicans (penyebab keputihan),” kata Ketua Tim
Penanggulangan AIDS RSHS/FKUP.

IMS non kurabel, lanjutnya, merupakan IMS yang paling penting dan salah satu di antaranya adalah infeksi HIV yang
menyebabkan AIDS.

Penyakit lainnya adalah Hepatitis B dan C, Herpes genitalis dan kutil kelamin. Kemajuan di bidang pengobatan pada
saat ini belum dapat mengeradikasi virus penyebab, meskipun demikian penyakit sudah dapat dikendalikan. Sebagai
contoh infeksi HIV dengan pengobatan secara teratur dan tidak terputus seumur hidup akan dapat mencegah terjadinya
fase akhir infeksi yaitu AIDS.

Sesuai dengan definisi IMS, lanjut Tony, maka penularan IMS terutama terjadi pada waktu melakukan hubungan seksual
baik vaginal, oral maupun anal. Namun dapat pula terjadi melalui cara transmisi yang lain.

Pada HIV, penularan dapat terjadi pula melalui peralatan yang tercemar virus HIV seperti jarum suntik (misalnya pada
pencandu narkotik suntik), peralatan operasi, pisau cukur dll; penularan dari ibu ke anak; transfusi darah dan organ
transplan yang tercemar virus, namun tidak akan terjadi penularan pada hubungan kekeluargaan (adik/kakak dll.) dalam
suatu rumah.

Beberapa penyakit seperti infeksi gonore dan infeksi klamidia dapat menular melalui alat-alat seperti handuk atau toilet
seat bila langsung terjadi kontak, karena di luar tubuh kuman penyebab sangat cepat mati.

Bagi mereka yang telanjur melakukan hubungan seksual yang berisiko (hubungan dengan mitra risiko tinggi misalnya
dengan PSK tanpa kondom), maka kenalilah gejala-gejala IMS yang mungkin akan timbul. Setelah terjadi suatu infeksi,
gejala penyakit tidak langsung muncul, namun diperlukan tenggang waktu yang disebut sebagai masa tunas. Tenggang
waktunya bervariasi tergantung jenis penyakitnya.

“Pada infeksi gonore masa tunas berkisar antara 2-5 hari, sedangkan pada infeksi klamidia berkisar antara 1-5 minggu.
Pada sifilis berkisar antara 1- 4 minggu,” ujar Tony

“Sementara pada Herpes genitalis 2-10 hari, pada kutil kelamin beberapa minggu sampai beberapa bulan, pada infeksiHIV 3-11 tahun, sedangkan pada Hepatitis B dan C berkisar antara 6-7 minggu. Setelah melalui masa tunas barulah
muncul gejala penyakit,” paparnya.

Pada infeksi gonore dan klamidia timbul rasa gatal, perih, panas pada waktu kencing disusul oleh keluarnya nanah.
Pada infeksi klamidia pada umunya gejalanya lebih ringan dari infeksi gonore. Pada sifilis gejala dimulai dengan
timbulnya luka di kemaluan yang tidak nyeri.

“Berbeda dengan infeksi HIV, bila telah sampai pada fase AIDS terjadilah infeksi yang berat (panas tinggi, diare, batuk
yang berkepanjangan, berat badan menurun drastis) disebabkan kuman yang tidak lazim yang pada orang normal tidak
menimbulkan penyakit serta timbulnya berbagai keganasan (kanker),” kata Tony.

Timbulnya keadaan tersebut disebabkan penurunan daya tahan tubuh akibat HIV. Pada Herpes genitalis timbul
gelembung kecil berair, sedangkan pada kutil kemaluan akan timbul kutil-kutil pada genital atau daerah sekitarnya.

Bila ada gejala-gejala tersebut segeralah memeriksakan diri pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang
paripurna, namun sering, terutama pada wanita, IMS tidak menunjukkan gejala (asimptomatik), sehingga bila Anda
pernah/sering melakukan hubungan berisiko sewaktu-waktu periksakanlah diri anda khususnya bila anda akan menikah
meskipun anda tidak merasakan adanya gejala.

Hal ini penting oleh karena bila pada suatu saat IMS bersifat asimptomatik, keadaan tersebut tetap dapat bersifat
menular, dikemudian hari penyakitnya dapat manifes dan dapat pula menimbulkan terjadinya komplikasi.

IMS dapat dicegah, penularan utama yaitu melalui jalur seksual dapat dihindari hanya dengan tekad untuk
melaksanakan ABC.

“A” merupakan singkatan dari Abstince yaitu menghindarkan hubungan seksual, bagi mereka yang sulit
merealisasikannya dapat melakukan masturbasi, “B” merupakan singkatan dari Be faithful, setialah pada pasangannya,
sedangkan “C” merupakan singkatan Condom yang merupakan anjuran untuk memakai kondom pada hubungan
seksual berisiko.

Pemakaian kondom merupakan salah satu program penanggulangan HIV/AIDS Nasional yang menargetkan pada tahun
2005 mencapai coverage 50% hubungan berisiko, seperti tertuang dalam komitmen Sentani 19 Januari 2004.

Ada beberapa pandangan masyarakat yang harus diluruskan antara lain pada pemakaian kondom. Sering pasien pria
merasa heran karena telah tertular gonore, lanjutnya, padahal pasien mengadakan hubungan seksual vaginal memakai
kondom. Hal ini ternyata disebabkan pasien tersebut menganggap bahwa hubungan oral aman, sehingga pasien pada
waktu melakukan hubungan oral sebelumnya tanpa kondom.

Banyak kalangan yang berpandangan bahwa minum antibiotika sebelum atau setelah melakukan hubungan berisiko
akan aman dari serangan IMS, padahal ini justru merupakan pandangan yang sangat berbahaya karena hanya IMS
kurabel yang mungkin dapat dicegah.

GEJALA atau TANDA IMS:

1. Keluar cairan yg tidak normal dari alat kelamin

2.Adanya lepuh/lecet

3.Adanya tumbuhan (tambahan jaringan/daging) berbentuk khas

4.Adanya luka / ulkus

5.Adanya benjolan yang tidak normal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d bloggers like this: